Mudahnya Metode Amplop February 4, 2010
Posted by Agus Dan Wiek in Uncategorized.trackback
sumber gambar: http://www.kimplicity.com/fkim/blog/wp-content/uploads/2009/01/gmail-icon1.gif
Ada ungkapan bahwa uang itu seperti telur. Kalau dipegang terlalu erat bisa pecah, kalau dipegang terlalu longgar malah jatuh. Terlalu menahan uang cenderung kikir, sementara terlalu “santai” menjerumuskan kepada kesulitan.
Salah satu cara ampuh mengendalikan pengeluaran adalah dengan metode amplop. Kalau Anda membuka-buka buku perencanaan keuangan kemungkinan besar akan diperkenalkan metode ini. Sebab, metode ini amat mudah diterapkan.
Metode amplop adalah cara mengalokasikan belanja dengan pemisahan uang secara fisik. Misalkan Anda memperoleh penghasilan Rp3.000.000. Uang itu Anda alokasikan sebesar Rp1.500.000 untuk basic consumption (makan, minum, jajan), sebesar Rp600.000 untuk ongkos kerja, sebesar Rp500.000 untuk ditabung, dan sebesar Rp400.000 untuk entertainment.
Dengan metode amplop ini Anda perlu menyiapkan amplop sebanyak empat buah (sesuai dengan jumlah alokasi penghasilan). Amplop 1 adalah amplop alokasi basic consumption, diisikan uang sebesar Rp1.500.000. Amplop 2 adalah amplop alokasi ongkos kerja, diisikan uang sebesar Rp600.000. Demikian seterusnya hingga amplop 4.
Gunanya amplop ini adalah untuk mengingatkan diri kita apabila hendak melakukan pengeluaran lebih dari alokasi yang sudah kita tetapkan. Untuk mengontrolnya, hendaknya setiap melakukan pengeluaran kita mengambil uang dari amplop yang sesuai. Misalnya, ketika ingin membeli bensin, ambillah uang dari amplop 2. Saat mau nonton ke bioskop, ambillah uang dari amplop 4 (nah, biasanya amplop entertainment ini yang paling cepat “bocor” J). Dengan memasukkan alokasi ke dalam amplop-amplop, kita disadarkan apabila sudah tidak ada dana untuk kegiatan tersebut.
Contohnya pada alokasi pengeluaran sebelumnya. Amplop entertaintment yang awalnya berisi uang Rp400.000 adalah komitmen kita pada awal bulan untuk membatasi pengeluaran kegiatan hiburan. Saat hendak pergi nonton, ambillah uang dari amplop ini. Sebagai contoh, dana yang dibutuhkan sebesar Rp100.000. Pada kesempatan lain kita ingin ikut tur bersama. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp250.000 (sudah termasuk makan dan transportasi). Berarti sisa dana di amplop tinggal Rp50.000. Pada kesempatan berikutnya ketika iseng-iseng ingin membeli earphone handphone seharga Rp50.000 kita pun tersadar bahwa itu adalah dana entertainment kita yang terakhir. Artinya, konsekuensi dari membeli earphone tadi adalah tidak bisa membeli gadget lain atau pergi nonton lagi sampai akhir bulan.
Kelebihan metode amplop adalah mudah untuk diaplikasikan. Kekurangannya, bila terdapat banyak pos alokasi kita akan kesulitan mengelola amplop-amplop yang banyak itu. Bagaimanapun, metode ini telah sukses mengilhami banyak orang untuk memperbaiki pola pengeluaran mereka. Selamat mencoba![]

Comments»
No comments yet — be the first.